Friday, 5 February 2016

Tipe Petugas Pengambil Jimpitan

Jimpitan merupakan sistem penarikan kas (RT) yang dialakukan secara continue. Setiap hari warga (RT) membayar sejumlah uang (receh) yang telah ditentukan besarnya dan dimasukkan ke dalam wadah (terbuat dari botol air mineral) yang ditempel pada tembok depan rumah.

Nantinya uang tersebut akan diambil oleh petugas jaga, kemudian disetorkan kepada ketua (RT). sistem ini banyak sekali manfaatnya. Namun kali ini saya tidak akan membahas hal itu.

Para petugas beraksi antara jam 6 sore hingga jam 9 malam. Banyak sekali metode yang mereka gunakan dalam mengambil jimpitan. Saya pun berhasil mengelompokkan ke dalam beberapa tipe sebagai berikut:

Pertama, petugas upacara.
Mereka yang datang dengan santainya meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik rumah.
“Mas Kresna, mau ambil jimpitan” serunya.

Kedua, sosok maling.
Datang sacara diam-diam dan langsung cabut tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.

Ketiga, butuh perhatian.
Mereka yang sengaja meninggalkan jejak berupa suara yang mampu didengar oleh tuan rumah meskipun mereka sedang sibuk di belakang. Tipe ini saya divide lagi:
1.  Mengeraskan bunyi alas kaki (slakk sllak).
2.  Menggoyangkan wadahnya hingga mengeluarkan suara klotak klotakk.
3.  Melemparkan uang yang mereka ambil ke dalam kantong (dompet) yang dibawa hingga berbunyi
     crikkkk.

Nah, gimana? Tertarik dengan salah satu dari mereka. Kalau saya sendiri lebih menyukai tipe ketiga karena rasanya asyik gitu ketika mereka menciptakan suara-suara itu. wkwk rak lucu. Semoga akan ada tipe-tipe baru yanng lebih unik dari ini. I'm Mas Kresna back to you.

5 comments:

  1. Nice, saya baru tahu juga ini, terima kasih infonya.. :)

    ReplyDelete
  2. Jimplitan ini tradisi atau bagaimana mas? Kok di daerah saya tidak ada ya?

    ReplyDelete
  3. enak yang nomor 1 gan,lapor dulu :D

    ReplyDelete